MISTERI TEKNOLOGI INDIA KUNO
Banyak para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno.
Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya dari sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks turun-temurun.
Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama.
Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi "The Nine Unknown" yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains.
Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri.
"The Nine Unknown" telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain.
Buku bertajuk "Rahasia-Rahasia Gravitasi" amat dikenal di kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi.
Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau dimana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara).
Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan.
Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!
Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu "laghima", satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, "laghima" ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.
Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai "Astras", dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun.
Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia "antima" (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan "gerima" (bagaimana untuk menjadi seberat gunung).
Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyadari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahwa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka.
Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang anti-gravitasi.
Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang rancangan penjelajahan antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa itu benar-benar dilakukan.
Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana, mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (Astra).
Malah epik Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan sebuah pesawat "Asvin" (Atlantean).
Ini adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno India.
Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan yang terbentuk pada masa sekitar 15.000 tahun silam.
Pada masa itu disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala sesuatunya teratur secara sistematis mulai dari penataan landscape sampai saluran air.
Ingat bagaimana kisah Nabi Sulaiman yang menawan Ratu Balqis? Bagaimana bentuk istananya, sehingga digambarkan apabila kita berjalan di atas lantai istana itu, seolah-olah kita berjalan di atas permukaan air.
Mungkin ini ada kaitannya. Sedangkan di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang mukjizat Nabi Sulaiman yang bisa mengendarai angin. Ini mungkin berkaitan erat dengan teknologi yang berkembang pada jaman itu.
Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua Atlantis.
Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama "Tujuh Kota-Kota Rishi" dalam teks klasik Hindu.
Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil sebagai "Vimanas".
Epik India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan dengan terdapatnya lubang pada bagian bawah pesawat dan menara pada bagian atasnya.
Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO.
Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan mengeluarkan bunyi bermelodi.
Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis pesawat Vimana; sebagian berbentuk piring dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut).
Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan.
Sedangkan bgaian manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang berkaitan dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana.
Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung!
Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama Bhara Dewaji yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama sebagai sumbernya.
Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir.
Kitab itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur.
Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kendaraan ini dan 16 bahan mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana.
Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.
Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi "anti-gravitasi". Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden.
Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat.
Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah disimpan di sebuah Vimana griha, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan sejenis bahan merkuri.
Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin Vimana mempunyai hitungan sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin jet saraf.
Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8 mereka.
Kaki tangan Hitler dan Nazi juga dikatakan berminat dengan India kuno dan Tibet sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan pihak Nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini.
Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks Mahabarata dan Ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri.
Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradhara telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk.
Pada jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan merkuri sebagai bahan bakar Vimana, melihat gambaran yang dijelaskan oleh buku itu.
Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa panduan mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding gua di turki dan Gurun Gobi.
Dari ukiran dan relief yang terdapat pada potongan tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah kendaraan kosmik melaju.
Pesawat terbang antar planet itu dilambangkan dengan segitiga yang di dalamnya terdapat simbol merkuri. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah mampu mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah Asia, Atlantis, sampai ke Amerika Selatan.
Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang menjelaskan tentang peperangan Ramayana yang menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semacam itu.
Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu.
Mari kita simak bait-bait yang tertulis dalam kitab Mahawira dan Bhawabhuti yang berasal dari abad ke-8:
"Sebuah kendaraan udara, Pushpaka membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit dipenuhi berbagai kendaraan terbang. Gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka yang kekuningan."
Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah yang lain, telah digunakan untuk tujuan peperangan.
Orang-orang Atlantis menggunakan kenderaan terbang mereka, "Vailixi" untuk menyerang negeri-negeri lain dan menguasai dunia.
Dalam teks kuno India mereka dikenal dengan bangsa Aswins. Meskipun tak ada catatan tentang pesawat Vailixi dari bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke India melalui udara banyak sekali diceritakan.
Deskripsi Vailixi berbentuk silinder panjang dan selain dapat terbang juga mampu bergerak di bawah air seperti kapal selam modern.
Kendaraan-kendaraan lain, seperti Vimana berbentuk seperti piring dan mungkin juga bisa bergerak di bawah air.
Menurut Eklal Kuehshana, penulis "The Ultimate Frontier", dalam satu artikel yang ditulisnya pada 1966, menyatakan bahwa, "Vailixi yang paling awal dibuat di Atlantis yaitu kira-kira 20.000 tahun lampau dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya."
"Mereka menggunakan satu peralatan mekanikal yang anti-gravitasi dengan menggunakan tenaga mesin sebesar 80.000 tenaga kuda."
Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang menerangkan Vimana, ada yang menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan kesan dari peperangan tersebut:
"(Senjata itu merupakan) satu alat yang mengandung semua energi yang ada di dunia ini. Satu kepulan asap yang besar dan cahaya yang terang benderang bagaikan sinaran dari beribu-ribu matahari telah dihasilkannya…"
"Satu pancaran kilat, satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka "
"Mayat-mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti."
"Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung-burung bertukar menjadi putih"
"Selepas beberapa jam semua bahan makan turut tercemar"
"Untuk mengelakkan diri daripada api itu, para laskar terjun ke dalam sungai untuk membersihkan diri mereka dan peralatan mereka"
Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata sedang menggambarkan satu keadaan peperangan menggunakan bom atom!
Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia gravitasi. Mereka telah mampu mencipta mesin anti-gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai levitasi, namun masih belum lagi dipraktikkan.
Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang menakjubkan dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India.
Terdapat sebuah epik yang menggambarkan peperangan Vimana-Vailixi di bulan! Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan letupan atomik dan kesan radioaktif.
Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan) ditemukan oleh para arkeologi pada akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, ada yang berpegangan tangan, seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba.
Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki.
Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India, Irlandia, Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik.
Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk grid, dengan sistem saluran yang lebih baik daripada yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-jalannya dipenuhi dengan serpihan "kaca-kaca hitam".
Serpihan tersebut kemudian dikenal pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair akibat terpapar panas yang melampaui batas.
Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama akibat senjata atomik, dunia untuk sesaat kembali ke zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya.
Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana dan Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang. Karena diciptakan untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun, kebanyakan masih bisa digunakan, seperti yang terdapat dalam karyatulis "The Nine Unknown Men", Ashoka, dan manuskrip Lhasa.
Yang menarik adalah terdapat satu petikan sejarah yang menyatakan bahwa semasa Iskandar Agung menyerang India lebih daripada dua ribu tahun lalu, pasukannya telah diserang dengan "perisai yang berterbangan dan bercahaya" yang menakutkan pasukan tentara dan pasukan berkudanya.
Walau bagaimanapun "piring-piring terbang" itu tidak menggunakan sembarang bom atom atau senjata lain pada laskar Iskandar.
Di masa itu juga Iskandar menawan India Ramai. penulis yang menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat rahasia telah menyimpan sebagian Vimana dan Vailixi mereka di dalam gua-gua rahasia di Tibet atau tempat-tempat lain di Asia Tengah dan Gurun Lop Nor di barat China yang sampai sekarang dikenal sebagai pusat suatu misteri UFO yang besar.
Mungkin di situlah kebanyakan kapal angkasa disimpan, di pangkalan bawah tanah yang dibangun oleh pihak Amerika, Inggris, dan Rusia beberapa dekade yang lalu.
Namun kemunculan UFO di masa sekarang yang begitu sering tetap saja menyisakan banyak pertanyaan tentang aktivitas mereka.
Ditemukan Lokasi UFO India Kuno?
Apa yang menyebabkan Dunia Barat mendadak menyerbu Afghanistan, peristiwa 11 september? memburu Osama?, memberantas teroris? ya !! tapi itu adalah versi pemerintah amerika yang di tayangkan di media masa.
Selain yang tersebut di atas ternyata ada maksud lain yang membuat kita terkejut antara percaya dan tidak bahwa mereka berburu sebuah pesawat dari jaman india kuno, yang ditemukan oleh ilmuwan Militer AS yang dikenal dengan nama Vimana.
Sebuah mesin terabang (Vimana) yang tersembunyi di gua di Afghanistan sejak 5000 tahun yang lalu telah menyebabkan "hilangnya" setidaknya 8 tentara Amerika karena berusaha untuk memindahkan nya dari gua tersebut.
Penting untuk dicatat bahwa teknologi "Vimana" adalah sebuah pesawat misterius dari mitologis kuno dalam epos mahabharata dan konon memiliki senjata menakutkan mirip dengan bom atom saat ini.
Sumber :
viva.co.id
Lift Luar Angkasa, Rekayasa Teknologi Alien
Dalam perkembangan teknologi luar angkasa, proyek rahasia NASA bernilai empat juta dollar diperkirakan akan menyaingi proyek Lift luar angkasa dari negara-negara lain. Isu yang tersebar, NASA menggunakan rekayasa teknologi makhluk asing tanpa menggunakan ‘nanotube’ seperti proyek lift luar angkasa yang dibangun Jepang.
Pada tahun 1979, novel karya Arthur C. Clarke ‘The Fountains of Paradise’ pertama kali membawa ide sebuah Lift luar angkasa ke dunia buku fiksi. Charles Sheffield juga mengeluarkan karya dengan tema yang sama ‘The Web Between the Worlds‘ menghadirkan imajinasi pembangunan sebuah Lift luar angkasa. Kemudian, hampir tiga dekade berikutnya ilmuwan Jepang membuat proyek The Japan Space Elevator Association (JSEA) yang dirilis Mike Steere, “Space elevator would take humans into orbit” CNN, 3 Oktober 2008. Kali ini, Peter Fotis Kapnistos, seorang editor sekaligus jurnalis Amerika menjelaskan teknologi lift luar angkasa yang diduga mengusung teknologi Alien.
Lift Luar Angkasa Akan Mengapus Dunia Fiksi
Perlombaan dalam menjelajahi dunia antariksa sedang berlangsung saat ini, misi terbaru akan disebut dengan istilah Space Elevator. Andrei Kislyakov mengatakan bahwa pembangunan sebuah Lift luar angkasa
akan menjadi proyek yang paling megah dalam sejarah manusia. Seorang
ilmuwan Rusia (Konstantin Tsiolkovsky) yang terinspirasi dari menara
Eiffel, pertama kali mengajukan konsep Lift luar angkasa pada tahun
1895. Insinyur Soviet (Yury Artsyutanov) membuat secara rinci konsep Lift luar angkasa pada tahun 1960, dan mencatat hasil yang besar bahwa hal itu bisa terjadi.
Leo Lewis, “Japan hopes to turn sci-fi into reality with elevator to the stars,” (The Times, September 22, 2008) menuliskan tentang sebuah visi yang mengilhami ilmuwan di seluruh dunia dan organisasi pemerintah termasuk proyek luar angkasa NASA. Beberapa diantara mereka bersaing dalam membuat elevator dan telah mengumpulkan berbagai teknologi untuk membangun ‘Lift’ yang praktis, serta ratusan bagian-bagian lain yang diperlukan untuk melaksanakan rencana tersebut.
Lebih dari 300 ilmuwan dan insinyur dikabarkan telah terlibat dalam proyek luar angkasa
yang dirahasiakan seluruh dunia. NASA memegang sebuah tantangan besar,
proyek senilai 4 juta dollar untuk mendorong desainer sebuah lift luar
angkasa. Kontes ini merangsang tim untuk membangun model kerja lift yang
dapat melakukan perjalanan sejauh 1 km vertikal ke atas dengan
kecepatan minimal 2 meter per detik. Jika proyek lift luar angkasa telah
bersaing dalam membuat ‘kecepatan pengantar’, mungkin kita tidak akan
menganggap ‘sapi-sapi yang terangkat ke angkasa’ sebagai fiksi belaka.
Lift ruang angkasa / Credit: Iwasabducted
Sapi
mutilasi (penghilangan sapi) merupakan pembunuhan ternak yang jelas dan
mutilasi ternak dalam kondisi yang tidak biasa atau aneh. Bagi mereka
pencari UFO menggunakan ‘mutilasi’ untuk menggambarkan bangkai hewan dengan tubuh yang tidak biasa atau sulit dijelaskan.
Linda Moulton Howe,
seorang jurnalis yang telah meneliti teka-teki mutilasi ternak sapi
selama lebih dari satu dekade. Dalam bukunya ‘An Alien Harvest’ terbit
1989, menceritakan tentang bukti lebih lanjut yang menghubungkan
mutilasi hewan dan penculikan manusia bagi kehidupan makhluk asing.
Dalam beberapa kasus, saksi diwawancarai di bawah hipnosis. Linda Howe
menceritakan kasus penculikan sapi di Missouri dimana sapi-sapi itu
melayang hingga menunggu kedatangan UFO di angkasa. Hal ini menyatakan
bahwa UFO telah menculik sapi-sapi yang dimutilasi dan dibuang kembali
ke bumi. Darah terkuras dari sapi yang diculik, atau organ hewan itu
benar-benar dihilangkan.
Ide Pembuatan Lift Luar Angkasa
Banyak ide-ide pembuatan lift luar angkasa yang tidak masuk akal, seperti merentangkan kabel atau menambatkan dari bumi ke stasiun ruang angkasa.
Mungkin yang paling bisa diterima adalah gagasan ‘benang hantu’ yang
konon terbuat dari asap elastis. Pada tanggal 18 Januari 2009, The Sunday Times (Space elevator … and the next floor is outer space) mempertanyakan Alan Windle,
seorang profesor ilmu material di Universitas Cambridge, tentang benang
yang cukup kuat untuk digunakan sebagai penambat Space Elevator (lift
luar angkasa).
Sekitar tahun 1990, penemuan ‘nanotube‘
yang juga disebut silinder versi karbon ditemukan, ini adalah kandidat
bahan pertama yang kuat dan cukup ringan untuk membuat lift luar angkasa
menjadi kenyataan. Tetapi nanotube ternyata terlalu rapuh untuk
dibentuk menjadi untaian panjang. Tim Cambridge menemukan cara untuk
menggabungkan nanotube terpisah menjadi untaian seperti struktur yang
mengikat untuk membentuk untaian selanjutnya. Proses dasarnya membuat
karbon menjadi asap, tetapi karena partikel asap nanotube panjang dan
tipis, harus meenggunakan penyambung.
Jika asap elastis tidak merusak pikiran, ilmuwan akan mempertimbangkan isu ‘power’ yang menggerakkan muatan lift karena naik ke luar angkasa. Profesor Yoshio Aoki, seorang direktur dari Asosiasi Lift Luar Angkasa Jepang mengatakan bahwa karbon ‘nanotube’ merupakan konduktor listrik yang baik, jadi mereka mencoba untuk menggunakannya untuk memberikan tenaga sepanjang rute lift luar angkasa.
Laporan
tentang penculikan sapi dengan ‘Space Elevator’ dipandang sebagai cara
yang akhirnya menggeser kehidupan manusia dari Bumi. Terobosan dalam rekayasa lift luar angkasa memungkinkan untuk menukar nanotube yang menambatkan asap elastis dengan sinar plasma atau power-beaming system yang menghantarkan energi listrik dan meningkatkan energi levitasi (pengangkatan). File FBI
mengungkapkan bahwa 8000 ekor sapi telah dimutilasi dan diculik. Hal
ini dianggap sebagai masalah yang mengkhawatirkan dan membahayakan. Sapi
mutilasi tidak hanya terkait dengan penampakan UFO, penculikan alien, dan crop circle. Mereka juga terkait dengan penampakan ‘helikopter hitam’.
Dalam ulasan yang ditulis Alejandro Rojas di The Huffington Post, 22 Agustus 22 2011 (New Mexico Cop Says Military Responsible for Cattle Mutilations),
menceritakan Gabe Valdez yang merupakan mantan petugas patroli di
Dulce-New Mexico, selama masa jabatannya yang dimulai pada tahun 1970,
dia bertugas menyelidiki mutilasi misterius. Daerah ini mengalami banyak
kasus sapi yang ditemukan termutilasi tanpa darah, organ dipindahkan
dan luka di kulit begitu tepat yang diyakini dibelah dengan laser.
Setelah bertahun-tahun penelitian Valdez menyimpulkan bahwa sebuah badan
pemerintah rahasia bertanggung jawab dan mereka menggunakan basis
‘bawah tanah rahasia’ di daerah Dulce sebagai tempat percobaan.
Konspirasi Teknologi Yang Diusung NASA
Teori konspirasi
ini meningkat dalam beberapa bulan yang lalu, bahwa pertemuan antara
‘pemimpin’ dan orang-orang dari planet lain sudah terjadi. Pernyataan
ini diutarakan oleh mantan Kongres dan konsultan Pentagon, yang ditulis Anthony Bond di Daily Mail ‘President Eisenhower had three secret meetings with aliens, former Pentagon consultant claims‘ 15 Februari 2012.
Seorang konsultan Pentagon mengatakan bahwa mantan Presiden Eisenhower mengadakan pertemuan rahasia dengan alien. Menurut dosen dan penulis Timothy Good menyatakan bahwa ‘Presiden ke-34 Amerika Serikat bertemu dengan makhluk asing di sebuah pangkalan udara terpencil di New Mexico pada tahun 1954′.
Laura Magdalena Eisenhower, cucu perempuan mantan presiden tersebut memberikan gambaran tentang rahasia Koloni Planet Mars. Winston Churchill juga mengatakan telah membahas penampakan UFO dengan Presiden Eisenhower. Beberapa
pengamat menyatakan bahwa peralatan lift luar angkasa NASA merupakan
‘rekayasa teknologi’ yang diperoleh dari makhluk asing, Alien.
