MAKALAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
“JQUERY
UNTUK PEGEMBANGAN WEB”
Di
susun oleh :
Nama : Arif Maulana Malik
NIM : 1102412084
Dosen Pengampu : Bpk. Septia Lutfi
KURIKULUM
DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2013
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah Mata Kuliah “Teknologi Informasi dan Komunikasi” ini dengan judul “ JQUERY
UNTUK PENGEMBANGAN WEB” dengan semaksimal mungkin. Makalah ini saya susun dalam rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan
oleh bapak Septia Lutfi sebagai dosen Mata Kuliah “Teknologi Informasi dan
Komunikasi”.
Walaupun sebenarnya Saya menyadari bahwa dalam menyusun
makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saya sebagai penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah
ini.
Selain itu tidak lupa penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik
materi maupun dukungannya dalam penulisan makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.
Semarang , 12 Desember 2013
Arif Maulana
Malik
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada saat ini perkembangan zaman sudah
semakin maju. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang selalu
mengalami kemajuan pesat. Hal ini pulalah yang menyebabkan masyarakat saling
bersaing satu sama lain dalam kemajuan teknologi tersebut. Banyak orang
ber-persepsi bila tidak mengikuti perkembangan teknologi maka dianggap sebagai
orang jadul atau ketinggalan zaman. Persepsi tersebut tidaklah salah. Karena
dengan kemajuan teknologi, masyarakat akan selalu up2date untuk mengetahui
kejadian-kejadian yang sedang terjadi dimanapun. Dan salah satu contoh dari kemajuan
teknologi yang pesat tersebut adalah munculnya JQuery yang sangat membantu para
web developer membangun suatu website.
Sebenarnya
apa itu JQuery ? JQuery merupakan framework javascript yang saat ini paling
populer di kalangan web developer, fungsinya adalah mempermudah dan
mempercepaat proses pembangunan aplikasi web dengan menggunakan code
javascript. Dengan jQuery, kita tidak perlu lagi menulis code javascript dengan
panjang-panjang untuk membuat sebuah proses yang sederhana. Selain itu dengan
jquery kita bisa menggunakan banyak plugins yang tersedia guna mempercantik
halaman web kita.
Dan
Sampai saat ini sudah tercatat ada jutaan website yang telah menggunakan
JQuery. Diantaranya adalah Mozilla, Netflix, Digg, Technorati, bahkan
website-website terkemuka didunia seperti Google, microsoft, Intel, Nokia,
Oracle, IBM, DELL, BBC, NBC, ESPN, EASport, Twitter, Facebook, Amazon, Time,
Youtube, Apple, WordPress,dll.
Jadi seperti apa peran penting JQuery
bagi web developer dalam membangun website dan perkembangannya dalam teknologi
website akan dibahas dalam makalah ini.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang
yang telah dijelaskan, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah sejarah jQuery ?
2.
Apa yang dimaksud dengan jQuery ?
3.
Apakah fungsi-fungsi yang dimiliki jQuery ?
4.
Apa keunggulan dan kekurangan jQuery ?
5.
Bagaimanakah perbandingan jQuery dengan web programming lain?
6.
Bagaimanakah dasar kerja jQuery ?
7.
Bagaimanakah teknik mengoptimalkan jQuery ?
C. TUJUAN
1.
Untuk mengetahui sejarah jQuery,
2.
Untuk mengetahui pengertian jQuery,
3.
Untuk memahami fungsi-fungsi yang dimiliki jQuery,
4.
Untuk mengetahui keunggulan dan kekurangan jQuery,
5.
Untuk mengetahui perbandingan jQuery dengan web programming lain,
6.
Untuk mengetahui dasar kerja jQuery dalam membangun suatu website,
7.
Untuk memahami teknik pengoptimalan jQuery.
D. KEGUNAAN PENULISAN
1.
Untuk mengenal lebih dekat dengan jQuery
dalam perkembangan teknologi website ,
2.
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Teknologi Informasi dan Komunikasi
E. METODOLOGI
PENGUMPULAN DATA
Dalam penulisan makalah
ini, metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode kepustakaan.
Yaitu dimana penulis mencari referensi melalui internet yang berkaitan dengan
pokok bahasan yang penulis kembangkan.
BAB II
ISI
A. SEJARAH JQUERY
Semenjak
dirilis pertama kali pada tahun 2006 oleh john Resig, jQuery telah mencuri
perhatian para developer web. Buktinya, pada tahun-tahun berikutnya jQuery telah banyak digunakan oleh website -
website terkemuka di dunia seperti Google, Microsoft, intel ,
Nokia, Oracle , IBM, DELL, BBC, NBC, ESPN, EAPN, EA Sport, Twitter, Facebook,
Amazon, Techorati, Youtobe Apple, Wordpress, Mozila, Netflix , Digg, Time, dan
masih banyak lagi. Bahkan website lokalpun tidak mau ketinggalan, Lihat saja
Detik, Studio 21 (21cineplex.com). Indosiar, Vivanews, Kompas, termasuk
Pincuran.com tentunya dan lain-lain.
Jquery
Pertama kali dikembangkan oleh Jhon Resig pertama kali pada tahun 2005, saat
itu dia terinspirasi dari kode Behavior, ketika itu Jhon merasa kode kode
behavior tidak elegan dan bahkan sangat jelek. maka dia mulai memikirkan cara
membuat library yang handal dan ringan untuk javascript , maka lahirlah JQUERY
pada 14 januari 2006, direlease lah versi pertama dari Jquery dan Sekarang
JQuery dikembangkan oleh team developer yang dipimpin oleh Dave Metvin. Dipakai
oleh lebih dari 55% dari 10.000 website yang paling sering dikunjungi. JQuery
menjadi Library Javascript yang paling popular Sekarang.
Script
JQuery dibuat untuk memudahkan
pengaturan document seperti menyeleksi object dengan element DOM dan membuat
aplikasi dengan AJAX. Jquery juga
menyediakan layanan atau support para
developers untuk membuat plug-ins di dalam bahasa Javascript tentunya.
Sehingga memungkinkan para developer
website membuat website lebih interaktif dengan animasi, efek – efek, tema dan
widget. Dengan menggunakan JQuery kita bisa meluapkan kreatifitas untuk membuat
website dinamis atau website aplikasi menjadi keren.
Microsoft
dan Nokia telah mengumumkan akan mengemas JQuery di platform mereka. Microsoft
awalnya mengadopsinya dalam Visual Studio
untuk digunakan dalam ASP.NET AJAX dan ASP.NET MVC Framework, sedangkan
Nokia akan mengintegrasikannya dalam kerangka Web Run-Time mereka.
B. APA ITU JQUERY?
JQuery adalah library Javascript yang
dibuat untuk memudahkan pembuatan website dengan HTML yang berjalan di sisi
Client. Script JQuery dibuat untuk
memudahkan pengaturan document seperti menyeleksi object dengan element DOM dan
membuat aplikasi dengan AJAX. Jquery
juga menyediakan layanan atau support
para developers untuk membuat plug-ins di dalam bahasa Javascript
tentunya. Sehingga memungkinkan para
developer website membuat website lebih interaktif dengan animasi, efek – efek,
tema dan widget. Dengan menggunakan JQuery kita bisa meluapkan kreatifitas
untuk membuat website dinamis atau website aplikasi menjadi Powerfull.
JQuery adalah sebuah framework
berbasiskan Javascript. JQuery sama dengan Javascript Library yaitu kumpulan
kode atau fungsi Javascript siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat
kita dalam membuat kode Javascript..
Siapapun yang memiliki sebuah halaman
web secara manual kode mungkin akrab dengan HTML dan Javascript. Pengembang
maju bahkan mungkin memiliki beberapa pengetahuan tentang ASP dan XML.
Bahasa jQuery, bagaimanapun,
mungkin asing bagi beberapa pengembang yang membangun halaman Web. Jadi, bahasa
jQuery mungkin tidak dikenal secara luas, walau memang saat ini perkembangannya
sudah cukup pesat.
JQuery
adalah library JavaScript OpenSource yang menekankan pada interaksi antara
JavaScript dan HTML. File jQuery adalah
library Javascript dasarnya. Ini perubahan cara pengembang menulis Javascript
karena menangani banyak fitur utama yang digunakan oleh pengembang Javascript.
Coding untuk hal-hal seperti event handler dan animasi menjadi jauh lebih mudah
melalui penggunaan jQuery karena memerlukan sedikit coding.
Perpustakaan
JQuery dapat dimuat dengan cepat dan diimplementasikan langsung untuk
script website yang dapat digunakan di waktu lain. Hal ini menjadi batu
loncatan yang besar di bidang efisiensi pemrograman karena cukup mudah
dipelajari. Sebagian besar proses belajar didasarkan pada tutorial yang
menunjukkan bagaimana memanipulasi pengembangan HMTL, CSS, dan kode Ajax.
Ketika JQuery adalah
menggunakan referensi skrip file jquery.js. Perpustakaan ini adalah open
source, yang berarti bahwa hal itu dapat dimodifikasi oleh pengembang untuk
memenuhi kebutuhan spesifik untuk situs Web tertentu. File ini berisi semua
model objek dokumen (DOM), dan ini menyederhanakan fungsi untuk cross-browser
dan lintas-bahasa kompatibilitas.
Waktu
pengembangan yang lebih cepat juga merupakan salah satu hal yang dikaitkan
dengan pengembangan halaman web jQuery. Ini adalah sisi klien Ajax kerangka
yang mendukung semua teknologi sisi server pengembangan aplikasi web. Hal ini
memungkinkan pengembang untuk menulis kode kurang untuk melakukan fungsi yang
sama lebih cepat. Hal ini bahkan dapat lebih baik ketika digunakan untuk
mengedit kode yang sudah ada.
Plugin
untuk jQuery telah menjadi cukup menjadi di antara para pengembang karena
banyak dari mereka menawarkan kesempatan untuk menambahkan dimensi yang berbeda
untuk halaman web. Setelah sumber file jQuery telah dimuat, salah satu perintah
yang paling berguna adalah fungsi dokumen yang register acara siap. Hal ini
pada titik ini bahwa pengguna dapat mulai menambahkan acara.
Bahasa
adalah salah satu hal yang dasar karena banyak peristiwa yang digunakan diberi
nama dengan cara deskriptif yang bertepatan dengan perintah. Pengembang yang
ingin menggunakan fungsi keluar memudar, misalnya, dapat menggunakan fadeOut
jQuery () perintah untuk memulai dengan ini. Sama bekerja untuk menyembunyikan
dan perintah menghidupkan yang digunakan oleh pengembang jQuery.
Ada
banyak fungsi lainnya banyak digunakan untuk Cascading style
sheet juga. Sintaks untuk CSS adalah sebagai berikut: css (). Ini memberi
Anda berbagai pilihan karena memiliki tiga opsi sintaks yang berbeda yang dapat
digunakan untuk melakukan fungsi yang berbeda. Ada css (nama) fungsi yang
mengembalikan nilai properti CSS, ada juga css (nama, nilai) fungsi yang menetapkan
properti dan nilai. Terakhir, ada CSS ({properti}) yang menetapkan beberapa
properti dan nilai-nilai. Fungsi-fungsi ini ideal karena mereka mengijinkan
pengguna untuk menambahkan tingkat tertentu dari kode untuk proyek-proyek
mereka.
Ini
adalah salah satu alat scripting terpanas untuk pengembangan web yang mengikuti
pola dari komunitas kode open source. JQuery dipecah dalam istilah
yang sangat sederhana dengan fungsi kata kunci sebagai identifier objek yang
namanya $. Pengembang yang mampu mengikuti dan mengedit array tutorial
seharusnya tidak memiliki masalah menggunakan kode berorientasi obyek. Ini
jelas membuat pengembangan lebih mudah bagi mereka yang mengetahui JavaScript.
JQuery merupakan
library open source dengan lisensi GNU
General Public Licensedan MIT
License. Dari sisi ukurannya, framework JQuery sungguh ramping,
hanya sekitar 20 KB dan hanya terdiri dari satu file. Namun demikian, bagi yang
menginginkan fungsi lebih, JQuery memungkinkan penambahan fungsionalitas dalam
bentuk plugin. Saat ini tersedia ribuan plugin
yang dapat diperoleh secara gratis di internet.
Apa
bedanya dengan situs-situs yang tidak menggunakan JQuery? banyak bedanya,
misalnya browser seakan tidak merefresh sebuah page ketika kita men-submit
sebuah data kedalam server mereka. Dan lebih hebatnya lagi JQuery mempunyai
animasi tanpa menggunakan flash(.swf), jadi lebih cepeat diload didalam browser
dan tanpa harus install plugins.
C. FUNGSI-FUNGSI
JQUERY
Alasan banyak web
developer menggunakan JQuery adalah karena fungsinya yang kompleks dalam
pengembangan suatu laman website. Fungsi-fungsi JQUERY tersebut yaitu:
1.
Mempermudah akses dan manipulasi elemen tertentu
pada dokumen.
Biasanya
diperlukan baris program yang cukup panjang untuk mengakses suatu elemen
dokumen. Namun, jQuery dapat
melakukannya hanya dalam beberapa baris program saja. Karena jQuery
menpunyai Selector yang
sangat efisien untuk mengakses suatu elemen tertentu pada dokumen yang
selanjutnya bisa dimanipulasi sesuai dengan keinginan kita.
2.
Mempermudah modifikasi/perubahan tampilan halaman
web.
Biasanya
untuk memodifikasi tampilan halaman web digunakan CSS. Permasalahannya, CSS
sangat dipengaruhi oleh web browser yang digunakan sehingga Sering terjadi halaman web yang dibuat sudah
rapi dan bagus tampilannyadi browser Mozilla, namun ketika ditampilkan di Opera
menjadi berantakan. Namun, jQuery dapat menyesuaikan style CSS pada semua browser, sehingga
permasalahann tersebut dapat dihindari.
3.
Mempersingkat Ajax (Asynchronous Javascript and XML)
Kemampuan
favorit dari Ajax adalah mampu
mengambil informasi dari server tanpa melakukan refresh pada halaman web,
artinya halaman web terlihat berganti secara otomatis. Apabila kita
menuliskan kode Ajax secara manual, biasanya diperlukan baris yang cukup
panjang, namun jQuery dapat mempersingkatnya menggunakan Ajax cell, perbandingan 25 baris kode Ajax dapat
disingkat menjadi 5 baris kode aja kita menggunakan jQuery.
4.
Memiliki API (Application
Programming Interface)
Dengan API,
jQuery dapat memanipulasi content pada suatu halaman web, seperti pengubahan
teks, manipulasi gambar (resize,rotate,crop),
penyusunan daftar (list), pengurutan list, paging, dan lain-lain.
5.
Mampu merespon interaksi antara user dengan halaman
web dengan lebih cepat.
Website
yang baik tidak cukup digambarkan dengan user-interface dan tampilan yang
memukau. Namun lebih dari itu, bagaimana pengunjung dapat berinteraksi dengan
website dan dapat mengatur tampilannya sendiri. Interaktivitas sangat
bergantung bagaimana pemrograman yang dipakai dalam menangani event-handling.
Javascript sendiri memiliki beberapa event-handling seperti onclick untuk
menangani event saat terjadi click. Namun demikian, event handling pada
Javascript terbatas pada object-object tertentu, dan jenisnya pun terbatas.
JQuery melengkapi semuanya dengan tambahan penanganan event-handling yang
semakin mudah.
6.
Menyediakan
fasilitas untuk membuat animasi
sekelas Flash dengan mudah.
Animasi seringkali disertakan dalam
suatu halaman web untuk menambah kecantikannya. Saat ini animasi masih cukup
digemari oleh para peselancar situs. Animasi dapat dibuat dalam berbagai gaya,
ada yang menggunakan Flash, gambar bergerak (GIF), video, dan sebagainya.
Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. JQuery
sendiri menawarkan konsep animasi (walaupun masih sederhana) yang cukup apik
namun ramah bandwidth alias ringan. Salah satu animasi yang bisa dibuat dengan
JQuery adalah fading jika terdapat suatu bagian dari halaman ditambahkan atau
dihilangkan.
7.
Mengubah
tampilan bagian halaman tertentu.
CSS
(Cascading Style Sheet) menawarkan metode yang cukup handal dalam mengatur dan
mempercantik halaman web. Namun terkadang CSS punya kelemahan yang cukup
mengganggu, yaitu beberapa perintah CSS tidak didukung oleh semua browser.
Cukup merepotkan jika kita harus mendesign halaman web dengan beberapa CSS
sekaligus. Sekali lagi JQuery menawarkan solusi untuk mengatasi hal tersebut.
Dengan JQuery, “kesenjangan” yang terjadi antara browser dalam urusan CSS akan
tertutup dengan baik.
8.
Mengubah
isi dari halaman.
Jaman dulu (baca:sebelum JQuery lahir)
cukup sulit jika kita akan mengubah sebagian isi dari halaman. Mengubah disini
dapat berarti mengganti teks, menambahkan teks atau gambar, mengurutkan suatu
daftar (list), menghapus baris tabel dan sebagainya. Dengan JQuery, hal
tersebut dapat dilakukan dengan hanya beberapa baris perintah.
D. KEUNGGULAN DAN
KEKURANGAN JQUERY
Walau memiliki banyak kelebihan, namun
JQuery juga memiliki kelemahan. Namun kelemahan ini biasanya tertutupi dengan
keahlian para pegiat yang aktif di dunia web desain karena mampu menyiasati
dengan memaksimalkan JQuery dan meminimalisir kekurangannya. Berikut akan
dibahas lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki JQuery.
A.
Keunggulan
1.
Write
Less, Do More.
Dengan menggunakan
jQuery tentu kita telah menyederhanakan penggunaan javascript, karena kita
cukup menggunakan fungsi dari library javascript yang
ada. Juga mempercepat coding javascript dalam sebuah website. Dibandingkan bila
kita harus mulai sebuah script javascript satu per satu dari nol. Dengan menggunakan jQuery berarti kita telah meringkasnya dan membiarkan jQuery
mengolahnya.
2.
Support
terhadap CSS1-3 selector, untuk fleksibilitas desain antar muka halaman website
dan interaksinya.
3.
Halaman
website/blog yang dibangun dengan jQuery akan lebih interaktif dan menarik,
membuat para pengunjung lebih terkesan.
4.
Kompatibel/cocok dengan semua browser yang
popular, seperti Mozila, Internet Explorer, Safari, Chrome, Opera.
5.
Ketersediaan plugin yang sangat banyak
jumlahnya. Plugin merupakan kemampuan tambahan yang bisa disertakan pada jQuery.
6.
Dokumentasi, tutorial dan contoh-contohnya lengkap, silahkan kunjungi website resminya di http://jquery/com
7.
Filenya hanya satu dan ukurannya pun kecil, hanya sekitar 20 KB, sehingga cepat diakses
8.
Open source/free (gratis) dengan lisensi dari
GNU General Public Lisence dan MIT License.
B.
Kekurangan
:
1.
Walaupun
klaim bahwa loading menjadi semakin ringan, web/blog yang tidak menggunakan
jQuery alias HTML murni tetap lebih ringan untuk diload terutama dimata CPU dan
RAM.
2.
Dari
sisi server hosting pun, CPU dan RAM harus mengalokasikan resource yang mereka
miliki untuk menangani request terhadap jQuery. Pada level tertentu request
yang sangat banyak melebihi standar akan membebani server tersebut.
E. PERBANDINGAN JQUERY DENGAN PESAING
YANG LAIN
Walau JQuery saat ini lebih banyak digunakan oleh web
developer, namun masih ada beberapa web developer yang menggunakan web
programming lain seperti MySql dan lain sebagainya. Berikut sedikit ulasan
mengenai perkembangan web programming selain JQuery, sekaligus sebagai
perbandingannya.
1.
PHP
PHP adalah akronim
untuk Hypertext Preprocessor merupakan script bahasa komputer yang
didesain untuk menghasilkan halaman web dinamis. Script tersebut dapat
digunakan dalam interface command
line tapi juga bisa digunakan pada applikasi grafis standalone.
PHP pertama kali di
temukan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 kemudian standart pengembangan PHP dilakukan
oleh PHP Group. Lisensi yang
digunakan pada PHP berkiblat pada Free Software nya Free Software Foundation.
PHP adalah script bahasa pemprograman yang paling banyak digunakan untuk pengembangan applikasi berbasis web karena script PHP dapat di masukan ke dalam HTML. Pada sebuah web server, kode PHP dapat menjadi sebuah masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) berupa halaman web. Hal ini dapat dilakukan pada sebagian besar web server dan juga pada sebagian besar sistem operasi yang memiliki platform berbeda. PHP telah di install di lebih dari 20 millar websites dan lebih dari 1 milyar server. Silakan kunjungi web Rasmus Lerdorf’s penemu awal PHP.
PHP adalah script bahasa pemprograman yang paling banyak digunakan untuk pengembangan applikasi berbasis web karena script PHP dapat di masukan ke dalam HTML. Pada sebuah web server, kode PHP dapat menjadi sebuah masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) berupa halaman web. Hal ini dapat dilakukan pada sebagian besar web server dan juga pada sebagian besar sistem operasi yang memiliki platform berbeda. PHP telah di install di lebih dari 20 millar websites dan lebih dari 1 milyar server. Silakan kunjungi web Rasmus Lerdorf’s penemu awal PHP.
2.
MySQL
MySQL adalah sistem
manajemen database SQL yang Open Source dan paling populer saat ini yang multithreaded,
multi-user SQL database managemen sistem (DBMS). Ulf Micheal Widenius adalah
penemu awal versi pertama MySQL kemudian pengembangan selanjutnya dilakukan
oleh perusahaan MySQL AB. MySQL AB adalah sebuah perusahaan komersial
yang didirikan oleh para pengembang MySQL. MySQL sudah digunakan lebih dari 11
millar instalasi saat ini.
Seorang administrator database MySQL biasanya menggunakan tools
command line seperti perintah mysql atau msqladmin. Juga dapat mendownload
tools GUI administration untuk MySQL seperti MySQL Administrator atau MySQL
Query Browser. Kedua paket tersebut biasanya disebut dengan MySQL GUI Tools.
Kita juga mengenal phpMyAdmin yakni software yang free merupakan interface
berbasis web untuk inplementasi MySQL pada PHP.
3.
AJAX
Ajax adalah singkatan
dari asynchronous Javascript and XML juga merupakan kelompok yang terkait dengan teknik
pengembangan web interaktif. Ajax bukanlah bahasa programming, Ajax adalah
teknik lintas platform yang dapat digunakan pada sistem operasi yang berbeda,
arsitektur komputer yang berbda dan sampai pada web browser yang berbeda
berdasarkan pada standart opensource seperti JavaScript dan DOM. Jesse James
Garrett adalah orang yang memberikan nama Ajax pada tulisannya yang berjudul
Ajax : A New Approach to Web Applications yang
dipublikasikan pada 18 Oktober 2005.
4.
JQuery
jQuery adalah
sebuah library pada JavaScript yang mengatur interaksi antara JavaScript dan
HTML. Di release pertama kali pada Januari 2006 di BarCamp Oleh John Resig. jQuery memiliki dua
lisensi yakni dibawah Lisensi MIT dan Lisensi GNU Public License. jQuery adalah
free Software dan Open Software. jQuery terdiri dari file JavaScript didalamnya
terdapat DOM, Event, Effect dan Fungsi Ajax. jQuery terdiri dari fitur-fitur
berikut :
1.
DOM element selection
2.
DOM transversal and modification (termasuk support pada CSS 1-3 dan
basic XPath)
3.
Events
4.
CSS manipulasi
5.
Effek dan animasi
6.
Ajax
7.
Extensibility
8.
Utiliti seperti browser
9.
JavaScript Plugins
5.
Zend Framework
Zend Framework adalah open
source, aplikasi web objek oriented yang di implementasikan pada PHP 5 dan
berlisensi dari New BSD License. Zend Framework yang sering disebut dengan ZF
dikembangkan dengan tujuan mempermudah pengembangan web.
ZF mulai dikenal
ditahun 2005 bersamaan juga dengan munculnya beberapa framework baru seperti
Ruby on Rails dan Spring Framework yang mulai populer dikalangan pengembang
web. ZF dipublikasikan pertama kali pada Zend Conference.
Zend Framework
memberikan komponen yang dibutuhkan dalam pengembangan web termasuk didalamnya
adalah authentikasi dan authorisasi melalui access control list (ACL),
konfigurasi applikasi, data caching, filtering/validasi data user,
internationalization, fungsi interface ke AJAX, e-mail, Lucene format searc
index dan queri, dan Google Data API.
6.
Phyton
Python ditemukan
pertama kali oleh Guido von Rossum pada tahun 1990 dimana nama tersebut
terinspirasi dari pertunjukan sirkus. Selanjutnya Phyton dikembangkan secara
sukarela oleh para volentir dan dapat diperoleh secara gratis dari Python
Software Foundation. Versi terakhir Python yang di release pada september 2006 adalah
versi 2.5.
Phyton memiliki banyak varian. Phyton
yang terdapat pada Python Software Foundation ditulis dengan bahasa C.
Belakangan ini python juga di tulis berbasis java yang disebut dengan Jython. Kemudian
IronPython adalah Phyton dalam versi C# yang terdapat pada applikasi .Net dan
mono platform.
F. DASAR KERJA JQUERY
Sebelum kita
mencoba menggunakan JQuery, tentu saja kita harus mempunyai master softwarenya
terlebih dahulu yang kemudian kita install. Kita dapat meng-unduh master
software JQuery di situs resminya. Situs resmi JQuery dapat diakses di http://jquery.com/. Dan library JQuery dapat didownload di
alamat http://docs.jquery.com/Downloading_jQuery. Tersedia library jQuery dalam 2 (dua) jenis
yaitu minified dan uncompressed.
Minified jika kita ingin menggunakannya saja dalam website kita (ukuran 18 KB),
sedangkan uncompressed jika kita berkeinginan turut serta mengembangkan code
jQuery.
Secara garis besar script jQuery seperti berikut ini :
|
01
|
<!DOCTYPE html>
|
|
|
02
|
<html lang="en">
|
|
|
03
|
<head>
|
|
|
04
|
<meta charset="utf-8">
|
|
|
05
|
<title>jQuery demo</title>
|
|
|
06
|
</head>
|
|
|
07
|
<body>
|
|
|
08
|
||
|
09
|
|||
|
10
|
<script>
|
||
|
11
|
$(document).ready(function(){
|
|
12
|
$("a").click(function(event){
|
|
13
|
alert("Welcome to jQuery, ini
adalah fungsi alert yang dijalankan ketika anda mengklik link jquery diatas
<img src="http://kakaeriel.com/notes/wp-includes/images/smilies/1.gif" alt=":)"
class="wp-smiley"> ");
|
|
|
14
|
});
|
|
|
15
|
});
|
|
|
16
|
</script>
|
|
|
17
|
</body>
|
|
|
18
|
</html>
|
|
Penjelasan singkat :
Baris 1-7 :
ini merupakan tag pembuka script
Baris 8 : kita membuat sebuah link menggunakan tag html biasa
Baris 9 : kita memanggil library jQuery
yang terdapat di CDN google. Kalau anda tidak memiliki akses internet saat
belajar, anda bisa download terlebih dahulu jquery di situsnya, lalu
mengganti seperti berikut :
|
1
|
<script src="jquery.min.js"></script>
|
Baris 11 : Membuat
sebuah function, dimana function tersebut baru bisa di gunakan setelahdocument yang anda buka
telah siap.
Baris 12-14 :$(“a”) mengartikan
bahwa semua tag html <a> jika di .click() akan
menjalankan semua perintah yang ada di dalam function setelah click().
1.
Gunakan versi terbaru dari
jQuery.
Setiap versi baru
jQuery memberikan optimasi dan perbaikan bug, sehingga cukup wajib bagi
developer untuk selalu menggunakan versi terbaru. Anda pun bisa langsung
mengambil jQuery secara langsung melalui server hosting CDN yang disediakan
oleh Google.
|
1
2
3
4
5
|
<!-- Include versi secara spesifik -->
<!-- Include versi terbaru dari branch
1.7 -->
|
2.
Pastikan selector sesederhana mungkin.
Salah satu keunggulan
jQuery adalah selector untuk elemen-elemen DOM html pada halaman. Anda bisa
menggunakan berbagai variasi dengan style mirip selector CSS. Sayangnya bila
pengunjung web Anda menggunakan beberapa versi browser tertentu, terdapat
perbedaan signifikan tentang kecepatan aksesnya.
|
1
2
3
|
$('li[data-selected="true"]
a'); // Menarik, tapi lambat
$('li.selected a'); // Lebih baik
$('#elem'); // Paling baik
|
Seperti yang
dapat dilihat di atas, seleksi dengan menggunakan id adalah yang tercepat. Bila
Anda ingin melakukan seleksi class, lebih baik diawali dengan tag terlebih
dahulu, seperti $(“li.menu”). Cara lain untuk mengoptimasinya adalah dengan
memasukkannya ke dalam sebuah variable, sehingga browser akan melakukan
caching.
3.
jQuery Objects as Arrays.
Hasil nilai kembali
dari selector jQuery adalah jQuery object. Namun Anda juga bisa menggunakannya
sebagai array javascript biasa. Bila Anda lebih mengutamakan performa, maka
menggunakan “for” atau “while” akan lebih baik daripada menggunakan fungsi
$.each().
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
|
// Selecting seluruh tombol navigasi:
var buttons = $('#navigation a.button');
// Loop keseluruhan tombol:
for(var i=0;i<buttons.length;i++){
// elemen DOM, bukan object
jQuery
console.log(buttons[i]);
}
// Bahkan bisa dilakukan slice array:
var firstFour = buttons.slice(0,4);
|
4.
Mencari elemen secara acak
(random).
Membuat algoritma
random bisa jadi cukup rumit. Anda bisa membuat sebuah plugin yang memberikan
sebuah kemungkinan selector baru dengan pseudo selector “random”. Cara ini
ditemukan oleh Waldek Mastykarz dan ditulis di blognya. Setelah plugin selesai,
Anda bisa langsung men-define selector tersebut.
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
|
(function($){
var
random = 0;
$.expr[':'].random =
function(a, i, m, r) {
if
(i == 0) {
random
= Math.floor(Math.random() * r.length);
}
return
i == random;
};
})(jQuery);
// Cara penggunaannya
$('li:random').addClass('glow');
|
5.
Gunakan CSS Hooks.
Sejak
versi 1.4.3, jQuery menawarkan API untuk melakukan CSS Hooks. Fitur ini dapat
digunakan sedemikian rupa sehingga developer tidak perlu mendeklarasi CSS sesuai
dengan spesifikasi browser yang mungkin digunakan pengunjung. jQuery akan
secara otomatis mendeteksinya dan menggunakan property yang tepat, terutama
untuk CSS3 yang memang belum stabil.
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
|
$.cssHooks['borderRadius'] = {
get:
function(elem, computed, extra){
//
Nilai yang dibaca bergantung browsernya
//
-moz-border-radius, -webkit-border-radius or border-radius
},
set:
function(elem, value){
//
Atur property CSS3 yang sesuai
}
};
// Digunakan tanpa perlu mengetahui browser
apa
$('#rect').css('borderRadius',5);
|
6.
Menggunakan $.proxy().
Salah satu kelemahan
dari menggunakan callback pada jQuery, ketika ada sebuah fungsi dari library
yang dieksekusi, maka conteks “this” akan berubah elemennya. Sebagai contoh,
bila Anda mempunyai kode html sebagai berikut.
|
1
2
3
|
<div id="panel"
style="display:none">
<button>Close</button>
</div>
|
Setelah itu, Anda ingin mengeksekusi kode javascript berikut.
|
1
2
3
4
5
6
7
|
$('#panel').fadeIn(function(){
// "this"
akan menunjuk ke #panel
$('#panel
button').click(function(){
//
"this" akan menunjuk ke button
$(this).fadeOut();
});
});
|
Anda akan
menemukan masalah dengan kode javascript di atas, karena tombol akan
menghilang, sedangkan panel-nya tidak. Cara ini dapat diatasi dengan
menggunakan fungsi proxy() tersebut. Fungsi ini memerlukan 2 argumen, yaitu
fungsi asli yang akan dieksekusi, serta context “this” yang ingin dieksekusi
dalam fungsi tersebut.
|
1
2
3
4
5
6
7
8
|
$('#panel').fadeIn(function(){
// Using $.proxy
untuk binding
$('#panel button').click($.proxy(function(){
//
"this" menunjuk ke #panel
$(this).fadeOut();
},this));
});
|
7.
Mengetahui ukuran dan berat dari
halaman.
Anda dapat mengetahui
berat dari sebuah halaman Anda dengan fungsi jQuery sederhana ini. Semakin
kecil angkanya, maka semakin cepat halaman website Anda ditampilkan. Anda bisa
melakukan optimasi dengan menghapus markup yang redundan dan elemen wrap yang
kurang penting.
|
1
|
console.log( $('*').length );
|
8.
Membuat kode sebagai plugin.
Bila Anda cukup sering
menggunakan suatu fungsi yang sama untuk berbagai halaman, alangkah lebih
baiknya bila Anda membuatnya sebagai plugin, agar lebih mudah digunakan dan
dipindah-pindah. Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan portabilitas kode,
pengurangan dependensi, dan memudahkan organisir kode. Caranya cukup mudah,
seperti kode berikut ini.
|
1
2
3
4
5
6
|
(function($){
$.fn.yourPluginName =
function(){
// Your code goes
here
return
this;
};
})(jQuery);
|
9.
Gunakan atribut HTML5.
Versi
terbaru jQuery telah mendukung pengambilan data atribut HTML5. Cara ini cukup
efektif untuk melakukan transfer data antara server dengan halaman tampilan.
Sebagai contoh, bila Anda memiliki elemen HTML5 seperti berikut ini.
|
1
2
3
|
<div id="d1"
data-role="page"
data-last-value="43"
data-hidden="true"
data-options='{"name":"John"}'>
</div>
|
Dengan atribut
elemen seperti di atas, Anda bisa mengaksesnya dengan menggunakan fungsi data()
dari jQuery, seperti contoh berikut ini.
|
1
2
3
4
|
$("#d1").data("role");
// "page"
$("#d1").data("lastValue");
// 43
$("#d1").data("hidden");
// true;
$("#d1").data("options").name;
// "John";
|
Dengan menerapkan 9 tips di atas,
programmer javascript dapat memaksimalkan kinerja jQuery agar lebih baik. Masih
banyak tips lainnya yang bisa ditemukan lewat eksperimen-eksperimen.
Dalam memahami JQuery, disarankan agar
terlebih dahulu paham dan menguasai pengkodean HTML, CSS dan Javascript. Secara
standar, apabila kita membuat kode javascript, maka diperlukan kode yang sangat
panjang. Bahkan terkadang sangat sulit untuk di pahami. Misalnya, fungsi
javascript untuk membuat stripe (warna selang-seling) pada baris suatu tabel
adalah sebagai berikut :
function
stripe (id) {
var even = false;
var evenColor = arguments [1] ? arguments [1] : "#fff";
var oddColor = arguments [2] ? arguments [2] : "#eee";
var table = document.getElementById (id);
if ( ! table) {return;}
var tbodies = table.getElementsByTagName ("tbody");
for (var h = 0; h < tbodies.lenght; h++) {
var trs = tbodies[h].getElementsByTagName("tr");
for (var i = 0; i < trs.lenght; i++) {
if ( ! hasClass(trs[i])) && ! trs[i] . style.backgroundColor) {
var tds = trs[i].getElementsByTagName("td");
for (var j = 0; j < tds.lenght; j++) {
var mytd = tds[j];
if ( ! hasClass(mytd) && ! mytd.style.backgroundColor) {
mytd.style.backgroundColor = even ? evenColor : oddColor;
}
}
}
}
}
}
var even = false;
var evenColor = arguments [1] ? arguments [1] : "#fff";
var oddColor = arguments [2] ? arguments [2] : "#eee";
var table = document.getElementById (id);
if ( ! table) {return;}
var tbodies = table.getElementsByTagName ("tbody");
for (var h = 0; h < tbodies.lenght; h++) {
var trs = tbodies[h].getElementsByTagName("tr");
for (var i = 0; i < trs.lenght; i++) {
if ( ! hasClass(trs[i])) && ! trs[i] . style.backgroundColor) {
var tds = trs[i].getElementsByTagName("td");
for (var j = 0; j < tds.lenght; j++) {
var mytd = tds[j];
if ( ! hasClass(mytd) && ! mytd.style.backgroundColor) {
mytd.style.backgroundColor = even ? evenColor : oddColor;
}
}
}
}
}
}
Disinilah
peran JQuery sebagai Javascript Library, dimana kita bisa
langsung memanggil fungsi yang terdapat di dalam library tersebut, dan hal yang menarik disini adalah kita
hanya membutuhkan satu baris untuk membuat warna selang-seling pada suatu
tabel.
JQuery ( ' table tr:nth-child(odd) ' ) .addClass ( ' odd' );
G. TEKNIK PENGOPTIMALAN JQUERY
Jika Anda sudah familiar menggunakan
jQuery, mungkin ada beberapa hal yang Anda lewatkan untuk membuat Code Anda
diproses secara optimal oleh Client-Side, Apalagi
jika Anda mulai menggunakan jQuery hanya mendownload dan membaca dokumentasi
penggunaannya secara singkat. Tapi tahukah Anda jika ada beberapa teknik yang
dapat digunakan untuk menggunakan jQuery secara maksimal sehingga berdampak
pada performa Code baik dari segi kecepatan, struktur, dan hal yang
menguntungkan lainnya.
Berikut
ini adalah beberapa teknik yang dapat Anda gunakan untuk melakukan hal
tersebut.
1.
Load
jQuery langsung dari Server Google atau jQuery.com
Mungkin sebagian dari Anda telah
banyak membaca dari blog-blog atau sumber yang lain bahwa teknik ini adalah
salah satu cara yang optimal untuk meng-improve jQuery tapi untuk me-refresh
Anda, saya tetap akan menuliskannya disini.
Contoh
pertama misalnya kita ingin me-Load jQuery v1.10.2 dari server google, mungkin
biasanya kita menuliskannya dengan cara berikut :
|
1
|
<script
src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.10.2/jquery.min.js"
type="text/javascript"></script>
|
Sebenarnya, Anda cukup menuliskan code yang lebih sederhana
seperti berikut :
|
1
|
2.
Cara
Memastikan Inisialisasi Gambar Selesai
Memastikan gambar terinisialisasi
merupakan cara yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan interaktivitas kepada
para pengguna. Untuk melakukan inisialisasi gambar dapat menggunakan .load()
dan gunakan fungsiCallback untuk
melakukan proses lanjut. Contoh dibawah ini, atribut "src" dari tag
Gambar menjadi atribut selector untuk mendeteksi bahwa gambar telah selesai di
load. Hal ini dapat Anda gunakan untuk menggunakan Captcha dengan teknik DOM.
|
1
2
3
4
|
$('#gambar').attr('src',
'gambar.jpg').load(function(){
alert('Gambar telah selesai
di load.');
//Gunakan fungsi sesuai
dengan yang Anda inginkan.
});
|
3.
Vertical
Alignment dengan jQuery
Jika Anda ingin meletakkan sebuah
elemen di tengah-tengah, menggunakan jQuery akan terasa lebih mudah. Perhatikan
contoh berikut ini :
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
$(document).ready(function(){
//Mengambil angka tinggi
window & elemen
var
tinggi_window
= $(window).height();
var
tinggi_elm
= $('.vertical-center').height();
//Implementasi pada selector
$('.vertical-center').css({
'position'
:
'relative',
'top'
:
tinggi_window/2 - tinggi_elm/2
});
});
|
4.
Replace
<div> dengan jQuery
|
1
|
$('#target-div').replaceWith('<div>Contoh
pengganti div yang baru.</div>');
|
5.
Manipulasi
Text menggunakan Regular Expression dan jQuery
Anda dapat mengganti atau membuat text
baru dengan menggunakan Regular Expression untuk mencari target yang ingin
dirubah tersebut.
Misalnya kita ingin menghindari
spammer mengindex Email kita pada document. Kita dapat menggunakan sebuah
metode ini untuk merubah text atau karakter khusus untuk ditimpa menjadi email
kita (hanya dapat dibaca selain bot / crawler). Contoh yang digunakan adalah
kita menggunakan text "-:email:-" untuk diganti menjadi "email_anda@domain.com".
|
1
2
3
4
|
$(document).ready(function(){
var
document_body
= $('body');
document_body.html(document_body.html().replace(/-:email:-/gi,
'email_anda@domain.com'));
});
|
6.
Membuat
Link eksternal membuka window baru
Sebenarnya, untuk membuka link baru
Anda dapat menggunakan atribut target pada HTML (target="_blank"),
tetapi cara ini membuat script Anda tidak Valid menggunakan validasi XHTML 1.0
sehingga kita harus menemukan cara lain.
Jika Anda membutuhkan sebuah
alternatif untuk membuka link di eksternal window, Anda dapat menggunakan
jQuery untuk melakukan hal ini. Pada Validator XHTML 1.0, atribut ini dianggap
tidak valid. Beberapa alternatif berikut ini dapat Anda gunakan.
Contoh dibawah ini dengan menambahkan
attribute rel="external" pada link Anda sehingga jQuery dapat membuka
link ke eksternal window dengan script seperti berikut :
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
|
$('a[rel="external"]').click(function(){
window.open(
$(this).attr('href') );
return
false;
});
//Atau
dapat menggunakan bind
$('a[rel="external"]').bind("click",
function(){
window.open(
$(this).attr('href') );
return
false;
});
|
Atau jika
Anda ingin membuka link pada sebuah selector misalnya<div
id="eksternal-link">, jadi Anda cukup menunjuk semua tag <a>
yang ada didalam selector tersebut seperti contoh script berikut ini :
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
|
$('div#eksternal-link
a').click(function(){
window.open(
$(this).attr('href') );
return
false;
});
//Menggunakan
bind()
$('div#eksternal-link
a').bind("click", function(){
window.open(
$(this).attr('href') );
return
false;
});
|
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
JQuery merupakan
library JavaScript terhandal saat ini. Faktanya, banyak perusahaan besar tingkat
dunia menggunakan JQuery dengan teknologi website mereka. Bahkan
website-website lokal pun tidak mau ketinggalan.
Bagi web developer yang
baru akan menggunakan jQuery, akan lebih mudah memahami prinsip dasarnya dengan
terlebih dahulu melihat contoh kasus dengan menggunakan HTML/CSS yang static,
dengan demikian tidak perlu dipusingkan dengan server side scripting seperti
PHP dan seterusnya, juga tidak perlu melakukan operasi database. Setelah
memahami bagaimana jQuery bekerja, maka dengan mudah akan dapat
mengimplementasikannya kedalam website yang dinamis.
Web developer hanya
perlu memperdalam pengetahuan JavaScriptnya, bahkan jQuery juga dapat
dimanfaatkan oleh web desainer yang mendalami CSS (Cascading Style Sheets),
tidak ada bahasa pemrograman yang baru, tetapi banyak hal baru yang dapat
diciptakan pada website.
JQuery berhasil
menyederhanakan fungsi-fungsi JavaScript dan Ajax yang rumit, sehingga hanya
dengan beberapa baris kode, kita bisa membuat website dengan tingkat
interaktivitas yang tinggi (responsif), bahkan membuat animasi yang canggih
tanpa memerlukan instalisasi plugin flash pada browser.
Sebenarnya
penggunaan jQuery sangatlah mudah, karena tanpa harus dibekali
penguasaan pemograman JavaScript sekalipun, karena semuanya sudah dibungkus
dalam bentuk library dan plugin, Intinya kita hanya perlu tahu cara menerapkan
dalam website kita.
DAFTAR SUMBER BACAAN:
